SURABAYA, HKS-News.com – Peluncuran Bullion Bank atau Bank Emas yang pertama di Indonesia, Rabu (26/2/2025), menandai komitmen Indonesia dalam membangun proses hilirisasi dan industri emas dalam negeri yang lebih baik. Di balik peluncuran itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah turut memberikan kontribusinya sebagai ketua tim kelayakan bisnis dalam merealisasikan program ini sejak awal 2021.

Kepala Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik (PSPI-KP) ITS Dr Ir Arman Hakim Nasution MEng menyampaikan bahwa langkah strategis ini merupakan upaya untuk mengoptimalkan nilai tambah produk emas dalam negeri.

“Tentunya dalam mewujudkannya perlu diiringi oleh kebijakan dan peraturan yang saling mendukung,” ungkapnya.

Arman menekankan bahwa kebijakan perpajakan yang tepat dan penerapan standar wajib diberlakukan. Hal ini bertujuan agar kualitas emas yang beredar terjamin serta risiko dapat dimitigasi dan diminimalisasi.

“Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk emas wajib diterapkan untuk memperkuat jalannya Bullion Bank Indonesia,” tekan pelopor Indonesia Blockchain Center (IBC) ITS Chapter itu.

Proses penerapan kebijakan dan standar ini merupakan tahap transisi yang memerlukan waktu cukup panjang. Namun, Arman meyakinkan proses ini akan membentuk kepercayaan konsumen dalam negeri dan perdagangan emas antar negara.

“Tahap transisi ini setidaknya memerlukan waktu dua hingga tiga tahun,” paparnya.

Selain itu, dosen Departemen Manajemen Bisnis ITS tersebut juga menuturkan bahwa pengolahan emas oleh refinery dalam negeri perlu didorong. Dengan begitu, proses pengolahan produk emas dapat dilakukan sepenuhnya secara mandiri. Dampaknya, rantai pasokan emas dapat diperpendek dan biaya distribusi dapat ditekan menjadi lebih sedikit.

Melalui upaya tersebut, Arman menyampaikan bahwa kualitas dan harga emas produksi Indonesia nantinya akan mampu bersaing dengan pasar internasional. Stabilnya harga emas dalam negeri, membuat jangkauan layanan tabungan emas di Bullion Bank Indonesia juga emakin besar.

“Nantinya bukan hanya individu yang tertarik menggunakan layanan ini, namun industri juga akan melirik,” tandas Arman optimistis.

Dengan langkah ini, Bullion Bank Indonesia dipastikan akan mendorong pengembangan pasar dan industri emas yang lebih transparan dan profesional.

“Diharapkan Bullion Bank Indonesia ini dapat mendukung stabilitas pasar emas domestik, mengelola cadangan devisa negara, dan meningkatkan penerimaan negara melalui pajak,” tutur Arman penuh harap. (Wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *